Get In Touch
541 Melville Ave, Palo Alto, CA 94301,
ask@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.705.5448
Work Inquiries
work@ohio.clbthemes.com
Ph: +1.831.306.6725
Back

Untukmu, Alifa Alayya Hibatillah

(Surat dari Ayah, saat kau baru membuka mata pertama kali di dunia)

Anakku,
Pada dini hari yang hening itu, langit seperti menahan napas. Bintang-bintang redup seolah menunduk, memberi tempat bagi cahaya yang lebih murni untuk lahir, cahaya itu adalah engkau.

Alifa Alayya Hibatillah.
Namamu menari di antara udara dan doa.
“Alifa” β€” kelembutan yang menenangkan hati.
“Alayya” β€” tinggi, agung, dan berharga.
“Hibatillah” β€” hadiah dari Allah.
Sungguh, seluruh arti itu tak pernah cukup untuk menampung keindahan yang kini tertidur di pelukan ibumu.

Ketika ayah pertama kali melihatmu, waktu berhenti. Semesta menjadi diam, seolah hanya ingin mendengar degup kecil dari dadamu. Di dalam tangisan pertamamu, ayah mendengar azan kehidupan. Dan dalam tiap helaan napasmu, ayah menemukan makna baru tentang keberadaan.

Anakku,
Ayah ingin kau tahu, dunia ini bukan hanya tempat untuk bertahan hidup, tapi taman luas tempat jiwa mencari arti. Kau akan menemukan cinta, kehilangan, tawa, dan luka. Dan di antara semuanya, semoga kau selalu menemukan dirimu sendiri.

Ayah tidak meminta agar kau menjadi sempurna. Ayah hanya berharap kau tumbuh menjadi manusia yang hidup sepenuhnya, yang mencintai dengan utuh, yang menangis tanpa malu, yang berani berkata “tidak” ketika nuranimu berbisik “tidak”, dan yang tetap lembut meski dunia mengajarkan keras.

Jangan takut pada kesepian, nak. Kesepian sering kali adalah taman tempat Tuhan berbicara paling lembut. Dan jangan khawatir jika suatu hari kau tersesat, karena setiap jiwa yang mencari dengan tulus, akan selalu menemukan jalan pulang.

Ibumu telah melahirkanmu dengan air mata yang bercampur cahaya. Dalam setiap jerit kesakitannya, ada cinta yang lebih kuat dari segala bahasa. Dan kini, di antara kami berdua, kau menjadi jembatan antara langit dan bumi, antara doa dan kenyataan.

Ayah akan menua, nak. Rambut ini akan memutih, tangan ini akan lemah, tapi cintaku padamu akan tetap muda, seperti hari ketika kau lahir. Jika suatu hari kau membaca surat ini dan ayah tak lagi di sisimu, ingatlah, cinta tidak pernah mati. Ia hanya berganti bentuk: dari pelukan menjadi angin, dari suara menjadi doa.

Kau adalah puisi yang Tuhan tulis dengan cahaya. Ayah hanyalah pembaca yang tertegun, terpikat oleh setiap baris hidupmu yang kelak akan kau tulis sendiri.

Selamat datang di dunia, Alifa kecilku. Selamat datang ke dalam hidup ayah dan ibumu, dua manusia yang kini telah kau sempurnakan dengan kehadiranmu.

Dengan cinta yang melampaui waktu dan ruang, Ayahmu, yang mencintaimu.

supri
supri
https://supritomo.com

This website stores cookies on your computer. Cookie Policy